Oleh: m31da | 18 Agustus 2009

MENDENGARKAN SIARAN BERITA

Berita adalah laporan atau informasi mengenai suatu kejadian atau peristiwa aktual dan faktual.
Ciri – ciri berita yang baik adalah sebagai berikut:
1. Publisitas
Laporan atau informasi tersebut disajikan dan ditujukan untuk umum (publik), serta layak diinformasikan kepada masyarakat.
2. Aktual
Berusaha menyajikan informasi terkini atau terbaru.
3. Faktual
Berita didasarkan pada kejadian (fakta) yang benar – benar terjadi
4. Objektif
Berita hendaknya disajikan secara tidak memihak sehingga disajikan secara berimbang.
5. Menarik
Laporan atau informasi nya menarik dan menggugah minat khalayak serta dikemas secara padat dan cepat karena dibatasi waktu tayang.
Komposisi sebuah berita atau sebuah berita ditulis dengan berpedoman pada 5W+1H, yaitu What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana). Kelengkapan suatu berita berdasarkan kelima pokok pertanyaan tersebut. Sebuah berita biasa disusun dengan menggunakan komposisi piramida terbalik. Pola ini menggambarkan hal – hal yang penting dari berita itu ditempatkan pada bagian awal. Bagian – bagian yang kurang penting ditempatkan pada bagian kemudian.

Oleh: m31da | 29 Juli 2009

Membuat Ringkasan

Ringkasan

Ringkasan adalah penyajian bacaan dalam bentuk singkat dengan mempertahankan urutan isi dan sudut pandang / memendekkan bacaan dengan mengambil inti sari bacaan itu tanpa mengubah struktur wacana.

Langkah – langkah membuat ringkasan bacaan :

  1. Membaca bacaan atau karangan asli untuk mengetahui kesan umu, maksud pengarang,
  2. Mencatat gagasan utama atau pokok pikiran dalam tiap paragraf,
  3. Menyusun pokok pikiran atau gagasan pokok bacaan menjadi suatu paragraf atau lebih.

Ciri – ciri ringkasan :

  1. Memendekkan suatu bacaan,
  2. Bentuknya lebih pendek atau lebih ringkas,
  3. Struktural wacananya tetap tidak berubah sesuai dengan teks bacaan,
  4. Terdapat inti sari bacaan.

Rangkuman

Sebenarnya rangkuman itu tidak jauh beda dengan ikhtisar dan ringkasan. Oleh sebab itu, rangkuman adalah membuat ringkasan atau ikhtisar dari apa yang telah diuraikan (dipercakapkan).

Ciri – Ciri Rangkuman :

  1. Memendekkan suatu bacaan,
  2. Berupa ringkasan dari wacana / bacaan.

Ikhtisar

Ikhtisar adalah memendekkan suatu bacaan dengan mengambil bagian penting tanpa harus terikat pada struktur wacana yang diikhtisarkan.

Ikhtisar dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat, selain itu ikhtisar juga dapat dinyatakan dalam bentuk bagan, kerangka, resume dan sebagainya.

Ciri – ciri ikhtisar :

  1. Memendekkan suatu bacaan,
  2. Berisi bagian – bagian penting dalam teks wacana,
  3. Tidak terikat dengan struktur wacana.
Oleh: m31da | 27 Juli 2009

Menemukan Ide Pokok Bacaan

Ide Pokok adalah rancangan yang tersusun di dalam pikiran,gagasan.atau merupakan suatu gagasan / pikiran utama dari sebuah paragraf / yang mendasari suatu paragraf.

Cara menemukan Ide pokok suatu paragraf.

  1. Membaca dari keseluruhan teks bacaan.
  2. Memahami isi bacaan teks bacaan tersebut.
  3. Menemukan Ide pokok bacan.

Ide pokok terdapat dalam setiap paragraf .biasanya , ide pokok dinyatakan secara eksplisit dalam kalimat utama atau kalimat topik.paragraf yang Ide pokoknya terdapat di awal paragraf  disebut paragraf deduktif.sedangkan paragraf yang Ide pokoknya terdapat di akhir paragraf disebut induktif.

Sedangkan paragraf:suatu bahasa yang lebih besar dari pada kalimat tetapi lebih kecil dari pada wacana.

Bagian – bagian paragraf:

  1. inti kalimat / ide pokok.
  2. Kalimt penjelas /Idde penjelas paragraf.

Syarat paragraf dapat dikatakan baik jika memenuhi beberapa syarat:

  1. Satu kesatuan

Paragraf merupakan satu kesatuan yang utuh dan kalimat yang mendukung paragrafharus laras dan tidak ada satu kalimat yang menyimpang dari Ide pokok tersebut

  1. Kepaduan

Suatu paragraf merupakan satu kesatuan yang padu,kepaduan suatu paragraf biasanya ditandai penggunaan penandaan koherensi / penyatuan , artinya masing – masimg kalimat mempunyai hubungan timbal balik dan teratur.

Dari letak umumnya , Paragraf  dapat di lihat dari segi isi :

  1. Paragraf Narasi :

paragraf yang berfungsi / bertujuan untuk menceritakan sesuatu agar pembaca  atau pendengar seolah – olah mengalami peristiwa tersebut.

  1. Paragraf Deskripsi : Paragraf yang berfungsi menggambarkan sesuatu / objek secara gamblang  sehingga pembaca  / pendengar  seolah – olah melihat langsung apa yang di sampaikan.
  2. Paragraf Eksposisi :

Paragraf yang berfungsi untuk memaparkan  / menjelaskan sesuatu  secara detail , mendalam dan jelas,sehingga pembaca / pendengar memperoleh pengetahuan baru dari apa yang disampaikan.

  1. Paragraf Argumentasi :

Paragraf yang berusaha untuk mempengaruhi sehingga pembaca / pendengar mendukung  / membenarkan pendapat penulis / pembaca.

Berdasarkan sifat dan tujuannya paragraf terdiri dari:

  1. Paragraf Pembuka

Bagian paragraf yang bertujuan untuk mengantarkan pembaca / pendengar ke dalam inti suatu paragraf .

  1. Paragraf Inti

Paragraf yang menghubungkan antara paragraf pembuka dan penutup . biasanya paragraf ini merupakan inti sari dari suatu wacana.Contoh atau alasan yang ingin dikemukakan lazimnya paragf ini disebut paragraf penghubung .

  1. Paragraf Penutup

Paragraf yang berfungsi  untuk mengakhiri suatu karangan  / wacana .biasanya berisi simpulan dari paragraf inti / penghubung kadang – kadang berupa penegasan .

Oleh: m31da | 27 Juli 2009

Membaca Cepat Nonsastra

Membaca cepat nonsastra adalah jenis membaca yang dalam waktu singkat kita dapat membaca secara lancar dan dapat memahami isi bacaan secara tepat atau dapat diartikan bahwa membaca cepat merupakan teknik membaca dengan tujuan untuk menemukan dan mendapatkan ide pokok bacaan serta memahami isi bacaan dengan tepat.

Teknik dalam membaca cepat ini biasanya dilakukan tanpa suara, namun dilakukan dalam hati, tanpa membaca keseleruhan bacaan tetapi hanya sekilas. Untuk membaca cepat Anda harus meningkatkan kebiasaan mengulang kalimat yang Anda baca, teruslah Anda membaca tanpa berhenti! Boleh sedikit lambat pada kalimat yang sukar dimengerti, kemudian tangkaplah dalam ingatan Anda , pokok – pokok pikiran dari setiap paragraf yang Anda baca.

Tingkat keberhasilan membaca cepat dinilai dari banyaknya kata yang dapat dibaca ( kecepatan membaca ) dan pemahaman terhadap isi bacaan. Untuk mengenali kemampuan membaca Anda atau mengukur ( kecepatan membaca ) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

Kecepatan membaca = jumlah kata yang dibaca dibagi dengan waktu tempuh baca dalam detik, kali 60.

Jika Anda mampu dengan kecepatan membaca 250 kata per menit, Anda telah memenuhi kemampuan membaca. Agar dapat membaca cepat dengan baik ikutilah petunjuk di bawah ini:

1. Hitunglah jumlah kata dalam teks wacana yang akan dibaca !

Caranya : hitung jumlah kata dalam lima baris atau beberapa baris secara acak, lalu dibagi lima ( yaitu jumlah baris yang Anda hitung ). Hasilnya adalah jumlah rata – rata kata perbaris atau larik. Kemudian hitung semua larik dalam wacana tersebut, lalu dikalikan rata – rata kata perbaris tadi! Hasil perkalian itu menunjukkan jumlah kata yang Anda baca. Misalnya, jumlah kata perbaris 12, jumlah baris ada 46. Maka, perkiraan kata yang Anda baca adalah 552.

2. Tentukan seorang kawan Anda untuk mencatat waktu mulai dan waktu akhir Anda membaca!

3. Bacalah dengan kecepatan membaca yang biasa Anda lakukan!

4. Usahakan mempercepat pandangan mata sehingga dalam waktu yang singkat pandangan mata dapat mencakup deretan kata yang maksimal! Hindarkan kebiasaan represif karena hanya akan memperlambat daya baca!

5. Pusatkan perhatian pada isi teks wacana yang Anda baca ! Janngan terpengaruh oleh perasaan senang atau tidak senang terhadap isi teks yang sedang Anda baca!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.